Resolusi 2016: Flashback 2015 dan 10 + 1 resolusi.

Subscriber

Assalaamu’alaikum!

Halo moeslemate. Wah Alhamdulillah kita mau bertemu dengan tahun baru lagi. Sepertinya saya harus share soal resolusi saya untuk tahun depan. Gimana resolusi kalian tahun ini? Saya? Sebenernya saya gabuat banyak resolusi tahun ini. Bahkan yang saya paling inget adalah toned abs which is failed. Ada alasan kenapa tahun ini saya ga buat begitu banyak resolusi. Jadi, di tahun ini entah bagaimana ceritanya, saya merasa diambang batas umur sebagai mahasiswi Sarjana yang artinya soon I have to face the real world. Ya kaan?

Wokee jadilah saya memilih untuk membuat resolusi jangka panjang under 25 ketimbang fokus sekedar di 2015. Saya lupa sih, tapi saya catet dan buku itu ada di rumah dan saya ada di kosan. Tapi ada dua yang Alhamdulillah sudah tercapai.

Pergi ke Jepang dan menjadi brand ambassador (or something like that) dari sesuatu.

Dua-duanya terkabul setelah bergabung di Moeslema.com. How cool is that? Jujur saya ga pernah nyangka kalau dua list ini bisa dipenuhi dalam kurun waktu satu tahun. Kalimat “Saya mah apaa atuh,” adalah kalimat yang suka kepikiran mengingat keadaan saya masih hectic di akhir tahun dan saya ga se-responsible apa yang saya harapkan. Iyaa maafin saya, I’ll make it better :”)

Akhir-akhir ini jarang aktif dimana-mana dan aul pun sampe nanyain. Bismillah semoga saya makin produktif di sisa-sisa 2015 dan 2016. Amiin yaa Rabbal’alaamiin.

 

Lanjut ke resolusi 2016. Bismillah!

Pertama: Having new tittle and graduated on March 2016. Amiin yaa Allah, Amiin yaa Rabbal’aalamin.

Well I have been studied for about 5,5 years in university and it takes too long. Am I facing lot of problem? Yes. To be honest I am troubled with the application that I need to use and any other condition that make everything become worst. Is anyone could help you? I’m not even sure to be honest. I know Allah will and everything will be working out as I’m trying even harder.

Kedua: Bismillah, Daftar Haji

Kalian tau kan moeslemate, jaman sekarang yang namanya antri buat naik haji lamanya nyaingin menyelesaikan jenjang pendidikan sampai tamat S1? Ini yang membuat saya mau daftar secepatnya. Kalau rejekinya ada mah maunya sekeluarga. Alasan? Umur ga ada yang tau. Sampai almarhumah nenek saya meninggal, beliau belum pernah yang namanya nyentuh tanah suci. Ibu saya juga usianya sudah 53 tahun yang artinya kalau baru berangkat 10 tahun lagi pun umur ibu sudah 63 tahun kalau berangkat ke tanah suci.

Usia 63 tahun buat orang Indonesia bukanlah usia yang muda. Kebayang ga gimana kasiannya Ibu saya nanti? Saya tau pasti, naik haji tidak menjamin seseorang akan masuk surga dengan mudahnya. Tapi, kalau mampu hukumnya tetap wajib kan? Setidaknya kalaupun saya berangkat bersama Ibu saat Ibu sudah tua, ada muhrim yang memastikan Ibu saya bisa melaksanakan ibadah haji yang cukup menguras fisik dengan baik. Setidaknya Ibu saya ada yang menemani kesana kesini dan kalau ada yang macem-macem bisa saya setrum pake electric buzzer, tapi karena ga boleh seenggaknya InsyaaAllah sepuluh tahun lagi saya masih sanggup teriak-teriak minta tolong.

Saya tau haji memang diwajibkan bagi yang mampu. Untuk orang Arab yang dengan mudahnya bisa naik haji pun banyak dari mereka yang menunda meski mereka tergolong mampu dengan alasan haji seharusnya jadi ibadah penyempurna yang artinya jika sudah haji, hendaknya jadilah orang yang benar-benar baik dan lurus di jalan yang di Ridhoi Nya. Untuk saya, ibadah haji adalah penyempurna ibadah sekaligus pemacu untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan berniat melaksanakan ibadah haji, artinya kita juga harus mendekatkan diri lebih lagi ke Allah dan menyiapkan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Yaa Hablum Minallah da Hablum Minannas.

Ketiga: Improving my English to the way more advanced level.

Well, I do really love English, Japanese, and Korean language. Those three language are my favorite and eager to learn more. For next two years, I have been taking a contract with an English Course as student. Yep next two years and I know it is quite long time to learn English. My uncle even ask me, “Are you that bad with English?” I am not saying that I am bad with English, it just that I am carving about these three language. English is my main point since I was stuck at what should I learn more about English (do you know how it feels when you wanted to know more about something but no one can tell?). I know that I still have the other two language to learn but, yes that was the problem I have lot of things to learn while in English is like, I need more.

Keempat: Getting rid of few fat

Hahaha, yes FAT! Wait, literally mean it. Just FYI, tinggi badan vs berat badan saya sekarang ada di 165 cm vs 54 kg. Iya saya ga gendut, cuma persebaran lemak saya ga merata. Bahkan ibu tukang jait pun bingung sama badan saya. Coba tebak lemak saya ada dimana? Pipi sama paha yang notabene adalah tempat paling sulit untuk dibuat kecil. Oh in case kalian tau saya dari SMA, in case, pipi saya bentuknya setengah-telur-ketempel-di-atas-tulang-pipi begitu dan rahang saya relatif tegas. Kombinasinya hebat bukan?

Permasalahan lainnya adalah umur, the more you ages the harder you lose fat or weight which in my case come from fat. Temenin saya work out dong moeslemate T_T

Kelima: Café Hijab

Café hijab sudah beberapa kali saya sebut-sebut di blog.moeslema.com. Saya mau benar-benar membuat café hijab yang sudah vakum selama satu tahun lebih ini hidup lagi dan benar-benar menjadi Café Hijab. A place where you could get cookies, food, drinks and hijab. On line sih emang, tapi toh ga ada yang ga mungkin. Sekarang sudah banyak fasilitas engiriman instan kan? Jadi Bismillah and let’s do it.

Keenam: Slay the N5

N5 ini adalah tingkatan paling dasar di level Bahasa Jepang. Saya juga kurang tau sih sistemnya gimana tapi yah intinya target tahun ini N5. Saya mah apa, level paling dasar pun kanjinya bikin hati tersayat. Alasan? If you read the third part of my resolution, Japan in on the list. Duh yang namanya hiragana katakana aja saya udah lupa. Hal yang aneh dalam belajar Bahasa Jepang adalah saya lebih mudah menulis ketimbang membaca.haha harusnya imbang, tapi sepertinya emang saya aja yang ga imbang.

Saya ga muluk-muluk deh, N5 ajaa. Setidaknya sampai saya mengerjakan soal-soal di buku latihan saya tanpa salah lagi.hehe

Jadi tahun ini waktunya saya fokus ke Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Minimal saya ga cengo-cengo banget kalau ayah ngajak ke Jepang dan saya disuruh jadi tour guide. KALAU.

Ketujuh: Become a good blogger and host

Naah sambil curhat sedikit, setelah terpilih menjadi Top Blogger Moeslema.com periode pertama, saya memiliki tanggung jawab lebih terhadap Moeslema.com. Seperti yang saya bilang di awal, akhir-akhir ini saya merasa kurang bertanggung jawab dengan kehidupan saya di dunia maya. Sekedar balas chat pun agak segan karena memang sedang benar-benar tidak enak badan (tapi begadang mulu –“, gimana dong bahkan obat yang dulu sukses bikin saya tidur seharian udah ga bikin saya ngantuk) plus sepertinya PMS #curhat #bukanalibi. Kedepannya saya harus lebih rajin posting dan lebih rajin share soal postingan yang ada di blog.moeslema.com.

Apapun ceritanya yang jelas tahun ini adalah tahun dimana saya harus memaksimalkan semua potensi yang saya punya :)

Kedelapan: Do a proper health check.

Yes ini resolusi saya. Mengingat umur, pengecekan kesehatan dini perlu dilakukan. Sebelumnya saya belum pernah cek kesehatan lengkap selengkapnya. Banyak orang berfikir, masih muda, belum perlu. Nah justru itu, saya penasaran dari muda. Karena masih muda inilah kita harus paham lebih soal kondisi badan kita. Kadang saya iri banget melihat orang di luar negeri umur sudah 70 tapi yang namanya jogging itu bukan masalah. Kakek-nenek saya untuk jalan pun sudah susah. Mereka bisa, tapi bikin kuatir T_T

Lagi-lagi, memang umur itu salah satu rahasia tuhan. Tapi kalau boleh jujur yah moeslemate, one day that I die, I’d love to donate all the organ that still in good condition to other people. It so hard to find a donor for organ. That’s why I would like to have a proper health check. Supaya saya tau what should I do and don’t even more.

Saya suka amazed dengan keajaiban badan. Dulu saya pernah baca sebuah cerpen/komik strip di majalah bobo. Ada seorang anak kecil yang sangat rewel selalu minta hadiah ke orang tuanya. Kemudian dia marah saat tidak dibelikan baju baru. Orang tua anak kecil ini curhat sama tante anak kecil ini (yang artinya keponakan sang tante). Anak kecil ini minta baju yang macem-macem syaratnya, harus pas di badan, harus mudah dikenakan, harus bisa bersih sendiri, harus bisa membetulkan diri sendiri, dan lain-lain.

Kalian tau apa yang tante itu ajarkan?

Sang tante kemudian menghadapkan keponakannya ke cermin dan menjelaskan bawa sebenarnya setiap manusia sudah mempunyai baju seperti apa yang keponakannya minta.

Bingung ga? Waktu itu saya juga. Saya lanjutin ceritanya yah.

Yang dimaksud oleh sang tante adalah kulit. Allah memberi kita kulit yang luar biasa baiknya melindungi organ-organ penting di dalam tubuh kita.

MasyaaAllah. Perasaan salut saya gapernah berubah sama yang buat cerita ini.

Dari situ saya selalu berpikir kalau kita harus men-treasure-kan tubuh kita. Belum lagi saya penasaran sama kondisi tulang belakang saya. Jadi FYI moeslemate, dari ibu saya, saya punya keturunan masalah tulang. Jadi rasanya saya perlu pengecekan secepatnya supaya tahu kondisi. Kalian juga kalau ada rezeki lebih jangan lupa di cek. Pengecekan sedini mungkin bisa mencegah berbagai penyakit kronis menjadi kritis.

Kesembilan: Publishing a book

Publishing a book was somehow been in my dream for past few years. I would like to make a simple book for a civil engineer called “Teknik Sipil: Level Pemula” yang sampai sekarang halamannya belum bertambah lebih dari dua halaman, buku soal catatan perjalanan dengan tema winter fairy tale, dan buku sekedar novel bacaan ringan dengan penulisan yang baik. Mau juga sih buat buku anak-anak dan khusus remaja untuk meningkatkan minat baca dan meulis mereka. I wish they have proper book or magazine to read nowadays. Dulu biar udah smp saya aja masih beli majalah bobo padahal teman-teman saya sudah terlalu gaul dan beli majalah remaja seperti gadis. Makanya saya mau menulis buku untuk anak-anak dan remaja juga yang semua ditulis dan dicetak atas nama saya sebagai penulis dan nama kedua orang tua saya sebagai editor. Amin yaa Allah, Amiin yaa Rabbal’aalamiin.

Kalian inget ga saya pernah cerita soal pengen kerja bareng orang tua saya? Yep saya rasa cara ini bisa mengabadikan momen dimana saya pernah kerja bareng orang tua saya secara professional dengan sangat baik :)

Kesepuluh: Get my IG account re-gram-ed.

So how many of you have an Instagram Account? I supposed it would be near 100%

In the end of 2015, I made a decision to re-gramming my IG. It’s quite hard to make this decision but yes my IG is too random and because of that I wanted to have a better and mooooooreee neat IG.

Let me tell you a story about my smartphone and Instagram first.

Basically back then, IG was only for IPhone user which I wasn’t. You know how popular Blackberry and Nokia was right? I had supeeer good Nokia smartphone with “touch and type” type, that still my favorite phone type, which somehow the charging socket was broken about three years being together with me. My father said he will fix it but I ended up with no proper phone for few months because he forgot the phone whereabouts. He said that he forgot but I guess he lost it. Some sort story I managed to get the new smartphone in February 2012.

Beside Facebook and Twitter, I made other SNS account on Path. Reason? It is more private back then so I followed my close friend. Later on Instagram was open for other OS but I don’t really interested in it. Reason? Most of my friend used it for placing their selfies which I know you could do that on Facebook. They even had album and any other facilities. Why would I? Why should I? That was pretty much what I think back then.

About six month later, I realized that I love to take a picture about everything and I love to capture a good moment in both picture and videos. So yeah my first post is mostly about object that I love and that is how my Instagram become so random. I fall in love too easy, with cute stuff or at least something-that-I-think-it’s-cute-stuff.

Later on I found out by Instagram you might find lot possibilities. Let’s say one of them is Moeslema.com. Yep it was all started from Instagram.

Deleting all the picture and reposting it for better view (I love neat stuff but my room is somehow always messy) is kinda hard and taking time. I’m preparing for 2016. I know I have lot of new things to do in 2016, new chance to be taken, new face to be known, new world to faced, and so many other new stuff such as new tittle to put behind my name in February and whatsoever that new stuff is. You know, rearranging the IG is like rearranging bookshelves, it is hard but it will make your work easier.

By deleting all the post, I noticed lot of stuff and me feels so emotional like I would like to cry. A lot of things happened during this past three years. Good memories and yes I have bad memories too.

I noticed how much I love Exo, Boyfriend especially the twins, and Niel from Teen Top from my IG post.

I noticed that I have a lot of interest with nail art back then.

I also notice how Japan was feel so impossible for me just like one year ago and yes I went to Japan few weeks ago.

I realized how much I do love my grandma and miss her nowadays. I lost her this early year and yep it is quite shocking for everyone. Regramming this IG make me realized how much family means for me…

Di poin 10 +1 (karena sebenernya adal sebelas resolusi penting untuk 2016) yaitu stop splurging money on food. Start shopping wardrobe.

I am a big money spender when it comes to food. I love to eat and basically eat everything except prawn and crabs. Yep makanan adalah alasan utama kenapa uang saya habis, biasanya. Jadilah berat badan mudah naik. Pas di Jepang pun naik tapi Alhamdulillah sudah turun lagi biarpun masih harus diturunin.

Tahun ini adalah tahun dimana saya harus lulus seperti resolusi pertama saya. Saya rasa kita sama-sama tau kalau setelah lulus ada dunia kerja menanti. Mengingat selama ini wardrobe saya masih keterlaluan bau kampusnya, jadi mulai dari anuari saya harus mencicil wardrobe pendukung untuk di dunia kerja nanti. Ayah saya malah semangatnya lebih dulu dari saya. Dari awal kuliah ayah paling seneng kalau liat baju rapih di mall terus bilang, “kamu mau beli ga ka? Buat ke kampus,” tapi saya selalu bilang baju-baju ala pramugari ga mungkin dipake ke kampus Anak teknik ke kamus ngapain kaya gitu kan? Yang ada saya dikira pegawai kampus malahan. Begitu juga setiap liat baju kantor atau sepatu hak bagus akhir-akhir ini. Sampai akhirnya ayah suka jawab lagi, “simpen aja buat kerja nanti.” Saya juga masih kekeh, nanti aja ayah pada waktunya setidaknya kalau kaka sudah lulus.

Now I think the time has come, 2016. This year is the time when I should think about re-wardrobe-ing my closet. Mengingat resolusi saya yang ke empat dan ke delapan juga menuntut saya untuk hidup lebih sehat, jadi saya meng-aji-mumpung-kan semua resolusi saya jadi satu. Sekali dayung dua tiga pulau terlampau! Makanlah secukupnya, stay away from unnecessary food and let’s make the closet full.

 

That is all moeslemate for my Top 10 + 1 Resolution for 2016. I know I need to work my brain off to accomplish all of this list, tapii Allah maha pengasih dan apa yang terjadi di masa depan adalah misteri. So let’s work hard, grow together, and may Allah always be with us and our plan :)

Bismillah!

 

Lots of Love

Dian Kurnia Utami

Wassalaamu’alaykum

Tinggalkan Komentar

Kembali ke atas